Presiden Jokowi dan Ketua DPR RI Apresiasi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Provinsi Banten

0

HASTAGNEWS, BANTEN – Presiden Joko Widodo mengapresiasi penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi Provinsi Banten dalam Pengarahan Kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang (Selasa, 21/9). Presiden berharap prestasi tetap menjadikan Provinsi Banten berhati-hati dan waspada dalam penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

Dalam pengarahannya, Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa saat ini adalah situasi keadaan yang tidak gampang bagi semua negara baik dari sisi kesehatan maupun ekonominya. Presiden kembali mengingatkan situasi pandemi Covid-19 yang sempat mencapai puncak dan kembali turun seperti saat ini. 

Meski kasus Covid-19 di Indonesia terus turun, Presiden mengajak seluruh pihak untuk tetap hati-hati. Waspada terhadap terjadinya peningkatan kasus Covid-19. Vaksinasi menjadi kunci untuk mengurangi risiko kematian akibat Covid-19.

“Banten ini juga bagus sekali. Tapi kalau saya ngomong bagus nanti jangan menjadikan kewaspadaan saudara-saudara berkurang. Ini sebuah data yang menunjukkan bahwa kasus di Provinsi Banten turun 97% dari puncak kasus yang ada,” ungkapnya.

“Bagus semua, tapi hati-hati. Kita ini berhadapan dengan musuh yang tidak kelihatan dimana dia berada. Jangan sampai angka-angka yang bagus ini menyebabkan kewaspadaan kita hilang. Tekan terus dan pertahankan kasus serendah mungkin dalam jangka waktu yang lama. Sehingga barang itu akan hilang dari Provinsi Banten,” tambah Presiden.   

Dalam situasi saat ini, lanjut Presiden, yang perlu digenjot adalah vaksinasi Covid-19 serta mempersiapkan betul amunisi penanganan Covid-19 seperti obat, ventilator, ruang perawatan, tenaga kesehatan, oksigen, dan sebagainya. Dalam situasi seperti saat ini, strategi yang penting adalah deteksi melalui testing dan tracing. Warga yang terkonfirmasi positif, dibawa ke tempat isolasi terpusat.

Terkait perekonomian, Presiden mengapresiasi pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II (Q2) 2021 Provinsi Banten yang mencapai 8,95%.

“Lompatan yang sangat tinggi setelah pada kuartal sebelumnya -0,44%. Kuartal pertama di bawah Nasional tapi pada kuartal keduanya di atas Nasional, yaitu 8,95% padahal Nasional 7,07%,” ungkapnya.

“Kalau Covid-19 nya bisa dikendalikan seperti saat ini, kemungkinan perekonomian naik lagi akan mudah,” tambah Presiden.

Sebelumnya, dalam Kunjungan Kerja ke Provinsi Banten, Presiden Joko Widodo meresmikan Pabrik Industri Baja Hot Strip Mill #2 PT Krakatau Steel (Persero). Pembangunan pabrik yang selesai pada bulan Mei 21 ini menelan investasi Rp 75 triliun. Berdiri di atas lahan seluas 25 ha, kapasitas produksi pabrik mencapai 1,5 jt ton per tahun untuk mengisi pangsa pasar industri otomotif di Indonesia. Mampu menghemat impor hingga Rp 29 triliun per tahun.

Selanjutnya Presiden meninjau pelaksanaan vaksinasi di SMAN 4 Kota Serang serta melakukan dialog pelaksanaan vaksinasi dan pembelajaran tatap muka (PTM) virtual dengan Kepala SMAN 1 Ciomas Kabupaten Serang dan SMKN 1 Cilegon. Dalam dialog itu Presiden mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi covid-19 untuk siswa dan pelaksanaan pembelajaran tatap muka di Provinsi Banten.

Dari SMAN 4  Kota Serang, Presiden meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di  Puskesmas Singandaru Kelurahan Lontar Baru Kota Serang untuk selanjutnya melakukan Pengarahan Kepada Forkopimda se-Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPR RI Puan Maharani juga mengapresiasi penanganan pandemi Covid-19 dan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka di Provinsi Banten.

“Di Provinsi Banten ini alhamdulillah sudah berjalan cukup baik. Tadi saya datang bersama Presiden melihat pelaksanaan vaksinasi di Puskesmas dan di sekolah,” ungkapnya.

“Alhamdulillah, anak-anak di sekolah sudah mulai melakukan pertemuan tatap muka, 50% yang hadir sudah divaksin satukali dan tadi juga sudah berjalan duakali walupun pertemuan tatap mukanya baru berjalan 4 jam,” tambah Puan.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPR RI menghimbau para Kepala Daerah di Provinsi Banten untuk bisa solid dan bergotong royong dalam mengatasi pandemi Covid-19 kedepan. Tidak mungkin hanya Pemerintah Pusat saja yang menjalankan peran tersebut.

Sebelumnya, Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) melaporkan sejumlah capaian pembangunan dan penanganan pandemi Covid-19 Provinsi Banten.

Gubernur WH melaporkan, penyerapan anggaran Provinsi Banten sudah 48% serta pendapatan daerah dalam APBD Provinsi Banten sudah mencapai 65%. Realisasi investasi di Provinsi Banten menduduki posisi nomor 2 Nasional serta capaian peningkatan produktivitas padi yang menduduki nomor 3 Nasional.

“Covid-19 sudah mengalami penurunan yang luar biasa. Positif rate saat ini 6,3%. BOR rumah sakit sudah 4,2%. Tingkat kesembuhan 96%, yang meninggal kurang 2%,” lapornya terkait penangan pandemi di Provinsi Banten.

Ditambahkan Gubernur WH, Provinsi Banten tetap melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19, saat ini sudah mencapai 3,7 juta jiwa untuk dosis pertama. Hal itu tidak terlepas dari dukungan Bapak Kapolda, Bapak Pangdan, Bapak Danrem, dan Bapak Kajati. Kami yakin, begitu datang 8 juta vaksin lagi, kami akan sanggup menyelesaikan,” pungkasnya. (Advertorial)

Kepala Kantornya Resmi Serah Terima Jabatan, Kanwi BPK RI Disambangi Wagub Andika

0

HASTAGNEWS, SERANG – Jabatan Kepala Kantor Perwakilan BPK RI Provinsi Banten resmi diserahterimakan dari Arman Syifa kepada penggantinya Novie Irawati Herni Purnama dalam upacara serah terima jabatan tersebut di Kantor Perwakilan BPK RI Banten, Kota Serang, Selasa (21/9). Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menyempatkan diri menyambangi kedua pejabat BPK RI tersebut di kantor mereka usai acara.

“Tentu saya dan Pak Gubernur (Gubernur Banten Wahidin Halim) atas nama Pemprov Banten mengucapkan selamat kepada Bu Novie dan terima kasih kepada Pak Arman,” kata Andika kepada pers usai kunjungannya.

Dikatakan Andika, pada pertemuan dengan kedua pejabat BPK RI tersebut dirinya juga menyampaikan permohonan maaf karena baik dia maupun Gubernur Wahidin tidak dapat menghadiri acara serah terima jabatan tersebut, karena sejak pagi disibukkan dengan agenda Kunjungan Kerja Presiden RI Joko Widodo ke Banten.

Lebih jauh Andika mengaku berharap Kanwil BPK RI Banten di bawah kepemimpinan Novie dapat menjalin kerja sama yang sinergis dengan Pemprov Banten dalam menjalankan tugasnya sebagai Lembaga Pemerintah Pusat yang bertugas memeriksa keuangan Pemerintah Daerah di Provinsi Banten. Andika yakin Novie dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan lancar mengingat jejak rekam sejumlah Pemda di Banten, termasuk Pemprov Banten sendiri selama ini selalu meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kanwil BPK RI Banten.

Untuk Pemprov Banten sendiri, Andika mengaku, akan selalu membuka diri dan bekerja sama dengan sungguh-sungguh terkait dengan tugas Kanwil BPK RI Banten dalam memeriksa keuangan Pemprov Banten. “Istilahnya kita siapkan karpet merah lah supaya tugas Bu Novie bisa berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti,” kata Andika.

Sebelumnya dalam acara serah terima jabatan tersebut, Anggota V BPK RI Bahrullah Akbar mengatakan sebagai organisasi dinamis, BPK RI secara terstruktur dan sistematis melakukan promosi, rotasi, dan mutasi bagi para pejabat dan pegawainya. Kegiatan promosi, rotasi, dan mutasi tersebut merupakan suatu hal biasa dalam rangka penyegaran lingkungan kerja serta mendorong semangat para pejabat dalam meningkatkan kinerja di unit kerja yang baru, sekaligus menjaga dan membangun budaya organisasi BPK yang berlandaskan pada nilai-nilai dasar independensi, integritas, dan profesionalisme. “Kepada para pemangku kepentingan BPK di Provinsi Banten, kami juga tetap mengharapkan komunikasi dan kerjasama yang telah berlangsung secara baik dapat terus terpelihara,” ujarnya.

Untuk diketahui, Novie Irawati Herni Purnama merupakan Kepala Auditorat Pengelola Pemeriksaan pada Auditorat Keuangan Negara V BPK RI. Sementara, Arman Syifa akan berpindah tugas dan menjabat sebagai Kepala Auditorat VA BPK RI. (*)

Capaian Provinsi Banten Yang Dilaporkan Gubernur WH kepada Presiden Jokowi

0

HASTAGNEWS, BANTEN – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) laporkan sejumlah capaian pembangunan dan penanganan pandemi Covid-19 Provinsi Banten saat menyambut Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam Pengarahan Kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang (21/9/2021). Hari ini, Gubernur WH menyambut dan mendampingi Presiden Joko Widodo dalam Kunjungan Kerja ke Provinsi Banten.

Gubernur WH melaporkan, penyerapan anggaran Provinsi Banten sudah 48% serta pendapatan daerah dalam APBD Provinsi Banten sudah mencapai 65%.

“Semoga rezekinya tidak terhalang oleh aktivitas penanganan Covid-19,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur WH juga melaporkan realisasi investasi di Provinsi Banten menduduki posisi nomor 2 Nasional serta capaian peningkatan produktivitas padi yang menduduki nomor 3 Nasional.

“Covid-19 sudah mengalami penurunan yang luar biasa. Positif rate saat ini 6,3%. BOR Rumah Sakit sudah 4,2%. Tingkat kesembuhan 96%, yang meninggal kurang 2%,” lapornya terkait penangan pandemi di Provinsi Banten.

Ditambahkan Gubernur WH, Provinsi Banten tetap melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19, saat ini sudah mencapai 3,7 juta jiwa untuk dosis pertama. Hal itu tidak terlepas dari dukungan Bapak Kapolda, Bapak Pangdam, Bapak Danrem, dan Bapak Kajati. Kami yakin, begitu datang 8 juta vaksin lagi, kami akan sanggup menyelesaikan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPR RI Puan Maharani dalam sambutannya mengapresiasi penanganan pandemi Covid-19 dan pelaksanaan Covid-19 di Provinsi Banten.

“Di Provinsi Banten ini alhamdulillah sudah berjalan cukup baik. Tadi saya datang bersama Presiden melihat pelaksanaan vaksinasi di Puskesmas dan di Sekolah,” ungkapnya.

“Alhamdulillah, anak-anak di Sekolah sudah mulai melakukan pertemuan tatap muka, 50% yang hadir sudah divaksin satu kali dan tadi juga sudah berjalan dua kali walupun pertemuan tatap mukanya baru berjalan 4 jam,” tambah Puan.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPR RI menghimbau para Kepala Daerah di Provinsi Banten untuk bisa solid dan bergotong royong dalam mengatasi pandemi Covid-19 kedepan. Tidak mungkin hanya Pemerintah Pusat saja yang menjalankan peran tersebut.

Sementara Presiden Joko Widodo dalam pengarahannya mengungkapkan saat ini adalah situasi keadaan yang tidak gampang bagi semua negara baik dari sisi kesehatan maupun ekonominya. Presiden kembali mengingatkan situasi pandemi Covid-19 yang sempat mencapai puncak dan kembali turun seperti saat ini.

Presiden mengaku, pengalaman negara-negara lain seperti India, Inggris dan negara lainnya dalam penanganan Covid-19 menjadi referensi kebijakannya dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Vaksinasi menjadi kunci untuk mengurangi risiko kematian akibat Covid-19.

Meski kasus Covid-19 di Indonesia terus turun, Presiden mengajak seluruh pihak untuk tetap hati-hati. Waspada terhadap terjadinya peningkatan kasus Covid-19.

“Kemudian masuk ke Banten, Banten ini juga bagus sekali. Tapi kalau saya ngomong bagus nanti jangan menjadikan kewaspadaan saudara-saudara berkurang. Ini sebuah data yang menunjukkan bahwa kasus di Provinsi Banten turun 97% dari puncak kasus yang ada,” ungkapnya.

“Bagus semua, tapi hati-hati. Kita ini berhadapan dengan musuh yang tidak kelihatan dimana dia berada. Jangan sampai angka-angka yang bagus ini menyebabkan kewaspadaan kita hilang. Tekan terus dan pertahankan kasus serendah mungkin dalam jangka waktu yang lama. Sehingga barang itu akan hilang dari Provinsi Banten,” tambah Presiden.   

Dalam situasi saat ini, lanjut Presiden, yang perlu digenjot adalah vaksinasi Covid-19 serta mempersiapkan betul amunisi penanganan Covid-19 seperti obat, ventilator, ruang perawatan, tenaga kesehatan, oksigen, dan sebagainya.

“Strategi dalam situasi rendah seperti saat ini yang penting adalah deteksi melalui testing dan tracing. Kalau ketemu bawa ke isoter (isolasi terpusat, red),” ungkapnya.

Terkait perekonomian, Presiden mengapresiasi pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II (Q2) 2021 Provinsi Banten yang mencapai 8,95%.

“Lompatan yang sangat tinggi setelah pada kuartal sebelumnya -0,44%. Kuartal pertama di bawah Nasional tapi pada kuartal keduanya di atas Nasional, yaitu 8,95% padahal Nasional 7,07%,” ungkapnya.

“Kalau Covid-19 nya bisa dikendalikan seperti saat ini, kemungkinan perekonomian naik lagi akan mudah,” tambah Presiden.

Sebelumnya, dalam Kunjungan Kerja ke Provinsi Banten, Presiden Joko Widodo meresmikan Pabrik Industri Baja Hot Strip Mill #2 PT Krakatau Steel (Persero). Pembangunan pabrik yang selesai pada bulan Mei 21 ini menelan investasi Rp 75 triliun. Berdiri di atas lahan seluas 25 ha, kapasitas produksi pabrik mencapai 1,5 jt ton per tahun untuk mengisi pangsa pasar industri otomotif di Indonesia. Mampu menghemat impor hingga Rp 29 triliun per tahun.

Selanjutnya Presiden meninjau pelaksanaan vaksinasi di SMAN 4 Kota Serang serta melakukan dialog pelaksanaan vaksinasi dan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) virtual dengan Kepala SMAN 1 Ciomas Kabupaten Serang dan SMKN 1 Cilegon. Dalam dialog itu Presiden mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi covid-19 untuk siswa dan pelaksanaan pembelajaran tatap muka di Provinsi Banten.

Dari SMAN 4  Kota Serang, Presiden meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di  Puskesmas Singandaru Kelurahan Lontar Baru Kota Serang untuk selanjutnya melakukan Pengarahan Kepada Forkopimda se-Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang. (*)

Inilah Pemenang Sayembara Desain Tugu Pamulang

0

HASTAGNEWS, TANGERANG – Sayembara Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) untuk desain Tugu Pamulang yang berlokasi di Kota Tangerang Selatan sudah ada pemenangnya. Dewan juri telah menetapkan desain karya peserta nomor TGP0655 dengan Ketua Tim Dedi Kurniadi dan anggota Oma Marta Wijaya sebagai pemenang.

Sayembara yang digelar Gubernur WH dengan total hadiah Rp 20 juta itu, saat dibuka diikuti oleh 1013 pendaftar. Hingga batas akhir penutupan pengirim karya, desain yang masuk sebanyak 190 karya.

Keputusan dewan juri yang terdiri dari Ir Agung Nugraha (arsitek), Dr. Ir. H. Eden Gunawan, MM., IPM, ASEAN Eng (Ketua PII Wilayah Banten), dan Dr. Mufti Ali (budayawan dan seniman) telah menetapkan karya desain peserta nomor TGP0655 dengan Ketua Tim Dedi Kurniadi dan anggota Oma Marta Wijaya sebagai pemenang.

Ornamen pada karya desain mencerminkan budaya di wilayah tersebut. Ornamen dengan Motif Mandalika Batik Banten merepresentasikan karakter Pangeran Arya Mandalika yang arif, kuat, sekaligus lemah lembut dan rendah hati. Ornamen Motif Tumpal Batik Betawi simbolkan keselarasan kosmik dan spiritual serta diyakini sebagai penolak bala. Sedangkan bentuk perahu dan ombak untuk adaptasi dan illustrasi Pelabuhan Karangantu yang merepresentasikan kejayaan maritim Kesultanan Banten pada masal lalu.

Melalui sayembara ini, Gubernur WH berusaha menjaring partisipasi dan aspirasi warga masyarakat. Pemenuhan Desain Tugu Pamulang dalam suasana kompetisi terbuka mengenai ide atau gagasan yang bersumber dari warga masyarakat.

“Kompetisi terbuka mengenai ide atau gagasan desain ini memberikan kesempatan kepada publik untuk berpartisipasi dalam menghasilkan desain-desain yang inovatif dan terbaik,” ungkap Gubernur WH.

Sayembara dengan total hadiah Rp 20 juta ini, pendaftarannya dibuka pada tanggal 10 – 17 Agustus 2021. Pengumpulan karya pada 17 Agustus – 10 September 2021. Untuk penjurian dilakukan pada 10 September – 16 September 2021. Demi menjaga hak cipta dan orisinalitas desain pemenang sayembara, dewan juri membuka masa sanggah hingga tanggal 26 September 2021. (*)

2024, Banten Targetkan Produksi Padi 2 Juta Ton

0

ADVERTORIAL

HASTAGNEWS, BANTEN – Pemerintah Provinsi (Pemrov) Banten terus berupaya meningkatkan produksi padi. Dalam dua tahun ke depan, Banten bahkan menargetkan produksi padi mencapai hingga 2 juta ton lebih.

Target tersebut sangat beralasan, mengingat Provinsi Banten memiliki areal persawahan sekitar 204.335 hektare yang tersebar di delapan Kabupaten/Kota. Potensi tersebut akan ditunjang dengan perluasan areal persawahan, maksimalisasi pemupukan, peningkatan indek pertanaman, perbaikan jaringan irigasi dan peningkatan produktivitas.

Banten juga memiliki modal produktivitas hasil pertanian yang sangat menjanjikan. Luas tanam tahun 2021 mencapai 357.796 hektare dan luas panen 345.831 hektare. Produksi gabah selalu mengalami peningkatan dalam setiap tahunnya. Pada tahun 2019 mencapai 1.470.503 ton, 2020 mencapai 1.655.170 ton dan tahun 2021 diperkirakan mencapai 1.759.562 ton.

Dengan keberhasilan meningkatkan produktivitas pertanian, Pemerintah Pusat memberikan perhatian penuh terhadap Provinsi Banten, dengan memberikan penghargaan, Abdi Bakti Tani. Penghargaan tersebut berupa Peringkat Ketiga Nasional Peningkatan Produktivitas Padi setelah Lampung dan Jawa Timur. Penghargaan tersebut diserahkan Wakil Presiden KH Maruf Amin kepada Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy di Istana Wapres, Jakarta, Senin (13/9/2021).

“Alhamdulillah kita (Provinsi Banten) bisa ikut membantu Pemerintah Pusat dalam rangka mempertahanakan ketahanan pangan Nasional sebagai Provinsi Peringkat Ketiga dalam Peningkatan Produktivitas Padi Periode Tahun 2019-2020,” kata Andika kepada pers usai menghadiri acara yang digelar dengan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat tersebut.

Turut mendampingi Wapres memberikan penghargaan tersebut kepada Kepala Daerah Provinsi dan Kabupaten penerima, Menteri Pertanian Sahrul Yassin Limpo. Pada kesempatan tersebut Kementan memberikan penghargaan kepada 5 Provinsi dan 5 Kabupaten, masing-masing untuk kategori peningkatan produktifitas padi dan kategori pengekspor hasil pertanian.

Secara umum, Andika melanjutkan, PDRB (produk domestik regional bruto) Banten sektor pertanian selama 2020 bernilai positif. Pada triwulan I, PDRB sektor pertanian tumbuh sebesar 3,90 persen (y-on-y) dan triwulan II tumbuh sebesar 3,92 persen (y-on-y), dan triwulan III tumbuh 3,83 persen (y-on-y).

Selama tahun 2020, kontribusi sektor pertanian terhadap struktur PDRB Banten terus mengalami peningkatan dibandingkan 2019. Di triwulan III, kontribusi sektor pertanian mencapai 6,23 persen, meningkat dibandingkan 2019 yang sebesar 5,57 persen. “Ini menunjukkan sektor pertanian di Provinsi Banten cukup baik progresnya dalam bebera waktu terakhir ini,” imbuhnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Kementerian Pertanian, Provinsi Banten menempati peringkat ketiga yang memiliki delta produksi sebesar 184,667 dengan presentase mencapai 12,6 persen. Peringkat pertama, Provinsi Lampung memiliki delta produksi sebesar 486,200 dengan presentase mencapai sebesar 22,5 persen. Peringkat kedua, Provinsi Jawa Timur memiliki delta produksi sebesar 363,604 dengan persentase mencapai 3,8 persen. Peringkat keempat, Provinsi Sumatera Selatan memiliki delta produksi sebesar 139,663 dengan presentase mencapai 5,4 persen. Serta peringkat kelima Provinsi Jambi, memiliki delta produksi sebesar 76,481 dengan presentase mencapai 24,7 persen.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Pemprov Banten, Agus M Tauchid mengatakan, penerimaan penghargaan semakin memicu semangat Dinas Pertanian dan Peternakan untuk terus meningkatkan produksi padi.

Pemprov, kata Agus, sudah merancang target peningkatan produksi hasil pertanian hingga mencapai 2 juta ton gabah kering giling (GKG) lebih pada tahun 2024. “Kami sudah merancang target produktivitas produksi gabah pada masa RPJMD transisi. Pada tahun 2023 kami menargetkan sebanyak 1.916.924 ton dan pada tahun 2024 diharapkan mencapai 2.017.814 ton,” kata Agus.

Bukan hanya itu, kata Agus, Banten bahkan sudah membuat target produksi padi pada RPJMD 2024-2029. Pada tahun 2025 ditargetkan sebanyak 2.080.221 ton, pada tahun 2026 sebanyak 2.144.558 ton, tahun 2027 sebanyak 2.210.884 ton, tahun 2028 sebanyak 2.279.262 ton, tahun 2029 ditargetkan mencapai 2.349.775 ton.

Lalu apa upaya yang sedang dan akan dilakukan Dinas Pertanian Banten untuk mencapai target tersebut, Agus memaparkan banyak program peningkatan produksi pertanian. Pertama, kata Agus, Dinas Pertanian dan Peternakan sudah membuat strategi peningkatan produksi dalam bentuk perluasan areal tanam, peningkatan indeks pertanian dan peningkan produktivitas. Dalam upaya peningkatan produktivitas, Dinas Pertanian dan Peternakan melakukan perbaikan teknologi budidaya dan input produksi serta penggunaan VUB potensi hasil tinggi. Sebelumnya, masih ada senjang produktivitas antar Provinsi/Kabupaten/Kota dan senjang produktivitas dengan potensi hasil.

Langkah kedua, kata Agus, Dinas Pertanian dan Peternakan terus memperluas areal tanam. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018, total luas lahan kering 391.122 hektare. Lahan tersebut terdiri atas pekarangan, tegal atau huma, lahan yang sementara tidak diusahakan, lahan hutan dan perkebunan.

Potensi lainnya adalah lahan kering yang sesuai untuk tanaman pangan semusim seluas 49.166 hektare dan integrasi dengan tanaman kehutanan dan perkebunan (agroforestry).

Langkah selanjutnya adalah peningkatan indeks pertanian. Data menunjukkan bahwa luas lahan sawah ATR/BPN tahun 2019 seluas 204.337 hektare, luas panen Januari-Desember 2020 seluas 325.334 hektare, estimasi indeks panen 2020 1,59, produktivitas (ku/ha) tahun 2020 50,87 dan produksi tahun 2020 sebanyak 1.655.098 ton. Untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian, pemerintah juga sudah mendistribusikan pupuk bersubsidi tahun 2021. Pupuk urea sudah terealisasi sebanyak 29.466,64 atau 38 persen dari kuota atau alokasi 76.557 ton. Pupuk ZA terealisasi 4 persen dari 908 ton, SP 36 terealisasi 24 persen dari 5.471 ton, NPK terealisasi 50 persen dari 28.755 ton, organik terealisasi 34 persen dari kuota 8.611 dan organik cair belum terealisasi dari total kuota 21.528 ton.

Pemprov Banten, kata Agus, juga mendorong pengembangan pertanian melalui rehabilitasi jaringan irigasi tersier. Sepanjang tahun 2015 hingga 2019 jaringan yang sudah direhabilitasi 73,255.

Sementara, jumlah alat mesin pertanian pra panen tahun 2015 hingga 2019 yang tersedia sebanyak 2.261 unit dan peralatan mesin petanian pasca panen sebanyak 854 unit.

Peralatan pra panen terdiri atas traktor roda dua, pompa air, rice transplanter dan cultivator. Sedangkan peralatan-peralatan mesin pertanian paaca panen antara lain, combine harvester kecil, combine harvester sedang, power tresher padi, rice milling unit, corn sheller dan lain-lain. “Jumlah penyuluh pertanian tahun 2019 sebanyai 565 orang, tahun 2018 sebanyak 569 orang dan tahun 2017 sebanyak 573 orang,” kata Agus. (Advertorial)

Masuk Jajaran Dewan Penasehat DPP Mapancas, Wagub Banten: Kobarkan Optimisme Hadapi Pandemi

0

HASTAGNEWS, JAKARTA – Kepungurusan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Mapancas atau Mahasiswa Pancasila 2020-2023 pimpinan Pilar Saga Ichsan resmi dilantik di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (18/9). Nama Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy masuk ke dalam jajaran Dewan Penasehat di organisasi pemuda bentukan Jenderal TNI (Anm) Gatot Subroto dan Jenderal Besar (Anm) AH Nasution di era Pemerintahan Presiden RI pertama, Soekarno tersebut.

Dalam sambutannya, Andika mengatakan, pandemi Covid-19 yang telah berlangsung hampir 2 tahun terakhir ini telah membuat keadaan krisis dunia di berbagai sektor. “Termasuk di Negara kita tercinta Indonesia, krisis terjadi di bidang ekonomi, sosial sampai pendidikan akibat pandemi Covid 19-saat ini,” kata Andika.

Hadir pada acara tersebut Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) DPP Mapancas Medi Sumaedi. Turut memberikan sambutan secara virtual Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang juga masuk ke dalam jajaran Dewan Penasehat. Adapun jajaran Dewan Penasehat lainnya yang tampak hadir adalah Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dan Walikota Tangsel Benyamin Davnie. Untuk posisi Ketua Dewan Penasehat sendiri didapuk mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.

Terkait krisis yang terjadi, Andika meminta Mapancas di semua daerah di Indonesia dapat membantu pemerintah daerah untuk membangkitkan optimisme masyarakat. Menurut Andika, optimisme dimaksud sangat layak untuk digaungkan mengingat Berbagai lembaga riset global meramalkan bahwa pada tahun 2045 nanti, Indonesia memiliki posisi yang makin besar dalam peran global. Goldman Sachs mengeluarkan istilah The Next Eleven (N-11), yaitu kumpulan negara yang punya potensi besar bersama BRIC (Brasil, Rusia, India dan China) yang mendominasi dunia. “Apalagi Indonesia didukung dengan jumlah manusia yang tinggi dan bonus demografi yang akan dinikmati 2020-2030 dan meningkatnya jumlah kelas menengah,” katanya.

Dikatakan Andika, akan terdapat lonjakan pesat usia produktif sebesar 70 persen. Roda perekonomian akan didominasi oleh usia produktif, khususnya generasi muda. Namun, lanjutnya, kunci utama agar bonus demografi ini benar-benar dapat membantu peningkatan perekonomian terletak pada kualitas modal manusia. “Karena itu, pada kesempatan ini saya mengajak seluruh pengurus dan kader Mapancas untuk bersama-ama bergotong royong dalam pembangunan,” katanya.

Lebih jauh Andika mengatakan, era pembangunan daerah saat ini mengikuti perkembangan industri yakni penerapan government 4.0 yang identik dengan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan daerah berbasis pada kolaborasi, inovasi dan penggunaan teknologi informasi serta komunikasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik dan proses-proses pembangunan.

Menanggapi permintaan Andika, Ketua DPP Mapancas yang juga Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengaku siap menjalankannya. Menurutnya hal tersebut sudah sejalan dengan program kerja DPP Mapancas pimpinannya saat ini. “Untuk awal ini kami akan lakukan konsolidasi kepengurusan dulu sampai ke tingkat daerah,” imbuhnya. (*)

Lapor ke Wapres, Wagub Andika: Satu Pekan PTM di Banten Aman Tanpa Penularan

0

HASTAGNEWS, BALARAJA – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mendampingi Wakil Presiden RI KH Maruf Amin meninjau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMA Negeri 19 Kabupaten Tangerang, Balaraja, Kabupaten Tangerang, Kamis (16/9). Kepada Wapres, Andika melaporkan pelaksanaan PTM yang sudah dimulai sejak satu pekan terakhir ini di Provinsi Banten aman tanpa adanya kasus penularan Covid-19.

“Tadi kami melaporkan PTM yang sudah mulai dilakukan sejak satu pekan ini Alhamdulillah di Banten aman tanpa penularan (Covid-19),” kata Andika usai peninjauan. Andika didampingi Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Tabrani. Sementara Wapres sendiri didampingi Ibu Wury Ma’ruf Amin, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nadiem Makarim, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Ganip Warsito.

Mendapati laporan tersebut, kata Andika, tak urung Wapres tetap berpesan agar PTM dilakukan sesuai dengan ketentuan yang telah diberikan Kemendikbudristek seperti menyangkut pelaksanaanya yang bergelombang, batas waktu pelaksanaan hingga penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Lebih jauh, masih kata Andika, Wapres juga menginstruksikan agar PTM juga segera dilaksanakan di daerah yang saat ini berstatus zona hijau dan kuning penyebaran Covid-19. Adapun untuk vaksinasi Covid-19 kepada para murid dan gurunya sendiri sembari dilakukan secara pro aktif oleh Pemerintah Daerah.

“Pesan Pak Wapres tadi bisa dengan cara jemput bola atau juga memasifkan pelaksanaan vaksinasinya,” imbuhnya.

Dijelaskan Andika, perintah Wapres agar PTM segera digelar di semua zona penyebaran Covid-19, kecuali Zona Orange dan Zona Merah tersebut mengingat telah banyak terjadinya learning loss pada murid-murid sekolah di Indonesia akibat pembelajaran online yang dilakukan hampir selama dua tahun terakhir akibat pandemi Covid-19 ini.

“Tadi saja ada murid yang cerita kalau dia sudah hampir lupa mengenai kegiatan bersekolah, karena terakhir dia sekolah masih SMP dan tiba-tiba sekarang dia sudah SMA,” kata Andika.

Pada kesempatan itu Andika juga mengungkapkan bahwa di Provinsi Banten saat ini, jumlah murid yang sudah divaksinasi mencapai 57 persen. Adapun untuk gurunya sendiri, angka vaksinasi Covid-19 di Banten sudah hampir 100 persen.

Untuk diketahui, setelah melakukan peninjauan PTM terbatas di SMAN 19 Kabupaten Tangerang tersebut, Wapres sendiri beserta rombongan bergerak ke Ponpes An-Nawawi Tanara, Kabupaten Serang untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis kedua kepada para santri, pengajar, dan masyarakat sekitar pesantren.

Sebelumnya dalam berbagai kesempatan Wapres menyebut, bahwa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang selama ini secara daring atau online dinilai tidaklah optimal. Bahkan ada potensi para murid tidak belajar sama sekali jika ada kendala internet.

“Menurut informasi yang kita peroleh memang pendidikan melalui daring itu tidak optimal. Jadi sangat kurang, apalagi kalau daerahnya internetnya blank atau tidak tertangkap, lemah. Kan mereka sebenarnya tidak belajar, bukan lagi belajar daring tapi tidak belajar,” ujarnya. (*)

Gubernur Banten Terima Vaksinasi Covid-19 Kedua

0

HASTAGNEWS, BANTEN – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) terima vaksinasi  Covid-19 dosis kedua. Pemberian dosis kedua vaksin Pfizer itu dilakukan oleh tenaga vaksinator Dinas Kesehatan Provinsi Banten di kediaman Gubernur WH Jl. Haji Jiran, Pinang, Kota Tangerang (14/9/2021). Untuk dosis pertama telah dilaksanakan pada akhir bulan lalu (24/8).

Sebelum menerima suntikan vaksin dosis kedua, Gubernur WH sempet bertegur sapa dengan vaksinator, selanjutnya menjalani penapisan terlebih dahulu mulai dari pengecekan suhu tubuh hingga pemeriksaan tekanan darah yang semuanya normal. 

Usai menerima suntikan vaksinasi Covid-19 dosis kedua itu, Gubernur WH mengaku biasa saja, tidak merasakan adanya keluhan. Usai menerima vaksin, Gubernur sempet foto bersama para tenaga kesehatan.

Sebagai informasi, data Dinas Kesehatan Provinsi Banten per 13 September 2021, sasaran vaksinasi Covid-19 Provinsi Banten sebanyak 9.229.383 orang. Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis 1 (pertama) cakupannya sudah mencapai 35,73% atau 3.297.230 sasaran. Untuk vaksinasi Covid-19 dosis 2 (kedua) cakupannya mencapai 20,35% atau 1.878.558 orang. Sedangkan untuk vaksinasi Covid-19 dosis 3 (ketiga) sudah mencapai 28.605 sasaran atau 62,78% dari 45.566 tenaga kesehatan. (*)

Gubernur WH : Pemprov Banten Berupaya Bangun Birokrasi Yang Bersih, Transparan, dan Akuntabel

0

HASTAGNEWS, BANTEN – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menegaskan, Pemerintah Provinsi Banten terus berupaya membangun birokrasi yang bersih, transparan, dan akuntabel (good governnace). Upaya itu dibarengi dengan menjalin kerjasama dengan lembaga pengawas dan auditor seperti Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kita bekerja sama dengan lembaga pengawas dan auditor yang lengkap. Kesiapan Pemerintah dalam membangun sistem melibatkan BPKP dan KPK untuk membuat sistem dengan membina auditor, pengawas dan bendaharanya,” ungkap Gubernur WH kepada wartawan usai Rapat Paripurna Pengambilan Keputusan Atas Persetujuan DPRD Terhadap Rancangan Peraturan Daerah Tentang Perubahan APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2021 di Gedung DPRD Provinsi Banten, KP3B Curug, Kota Serang (Selasa, 14/9/2021).

“Kalau masih ada korupsi, itu oknum namanya,” tambahnya.

Sebelumnya, dalam Rapat Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Provinsi Banten Andra Soni itu, DPRD Provinsi Banten menyetujui Rancangan Peraturan Daerah Perubahan APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2021 untuk menjadi Peraturan Daerah Perubahan APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2021.

Gubernur WH mengapresiasi atas kerjasama DPRD Proviinsi Banten dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Banten yang menghasilkan satu produk untuk rakyat Banten (APBD Perubahan Provinsi Banten Tahun Anggaran 2021).

“Alhamdulillah baru saja kita menandatangani kesepakatan dalam rangka kesinambungan dan kelanjutan pembangunan di Provinsi Banten,” ungkap Gubernur WH saat memberikan sambutan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur WH juga mengungkapkan kepada para peserta rapat bahwa kemarin (Senin, 13/9) Wakil Gubernur Banten baru saja menerima penghargaan untuk Provinsi Banten yang berhasil meningkatkan produktivitas padi.

“Hari ini kita mendapatkan penghargaan sebagai Provinsi yang lima kali (5) berturut-turut mendapatkan opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian),” ungkapnya.

Provinsi Banten, lanjut Gubernur WH,  nomor dua (2) untuk realisasi investasi secara Nasional. “Perumahan dan industri masih berkembang di Banten berkat program-program yang disusun bersama DPRD,” ungkapnya.

Sebagai informasi, struktur penganggaran Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021 adalah : pendapatan daerah yang semula Rp 11,6 triliun menjadi Rp 12,0 triliun, bertambah Rp 379,1 miliar atau 3,26%. Belanja daerah semula sebesar Rp 15,9 triliun menjadi Rp 12,6 triliun, berkurang Rp 3,3 triliun atau 20,8%. Defisit anggaran semula sebesar minus Rp 4,3 triliun menjadi minus Rp 607,4 miliar, berkurang Rp 3,7 triliun atau 85,9%. Anggaran pembiayaan netto semula sebesar Rp 4,3 triliun, menjadi Rp 607,4 miliar , berkurang Rp 3,7 triliun atau 85,9%. (*)

Gubernur Banten : PNS Dituntut Loyalitasnya Sebagai Abdi Negara

0

HASTAGNEWS, BANTEN – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menegaskan, loyalitas seorang Pegawai Negeri Sipil dituntut sebagai abdi negara. Dalam kehidupannya harus sadar tentang tanggung jawabnya sebagai seorang PNS.

“Harus ada perubahan ketika menjadi seorang PNS. Ada perubahan kebiasaan, gaya, tuntutan, dan pekerjaan. Harus sadar tentang tanggung jawab hidup sebagai PNS,” ungkap Gubernur WH saat membuka Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Lingkungan Provinsi Banten Tahun Anggaran 2021 di Gedung Serba Guna BPSDM Provinsi Banten Jl. AMD Lintas Timur, Kadu Merak, Kabupaten Pandeglang (Senin, 13/9/2021).

Gubernur WH juga mengajak para peserta untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat sehat sebagai nikmat yang tidak dapat dihitung. Serta nikmat saat ini sebagai CPNS.

“Harus disadari, kita bersumpah sebagai PNS bersedia ditugaskan dimana saja,” ungkapnya.

Gubernur WH juga mewanti-wanti kepada para peserta jangan sampai kecewa atau menyesal menjadi PNS karena tidak akan kaya, tapi pas-pasan. Banyak orang berharap menjadi PNS karena ingin nyaman sampai pensiun.

“Jangan sampai merasa gaji kurang, lantas melakukan korupsi dan menyalahgunakan kewenangan,” himbaunya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur WH juga berbagi pengalaman saat merintis menjadi birokrat sebagai PNS sejak masih mahasiswa terpilih menjadi lurah yang diangkat menjadi PNS dengan pangkat IIB. Dengan ketekunan menjalani proses yang membutuhkan kesabaran, ketawakalan serta semangat juang melakukan yang terbaik dari Lurah menjadi Kepala Sub Bagian, Camat, Kepala Dinas, Sekretaris Saerah, Walikota Tangerang dua periode, hingga menjadi Gubernur Banten.

“Bahwa semua membutuhkan proses dan perjalanan. Diperlukan kesabaran dan ketawakalan serta semangat juang melakukan yang terbaik,” ungkapnya berbagi kiat merintis karir di birokrasi.

Ditegaskan, Pelatihan Dasar merupakan syarat untuk menjadi CPNS. Pelatihan dasar untuk membangun karakter, paham karakter, perilaku, dan mental seorang PNS.

Gubernur WH juga mengimbau para peserta untuk menjaga protokol kesehatan sehingga diklat berjalan lancar dan para peserta diberikan kesehatan hingga usai.

Dalam laporannya, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Untung Saritomo mengungkapkan Pelatihan Dasar CPNS di Lingkungan Pemprov Banten ini diikuti oleh 120 orang peserta. Dengan rincian sebanyak 40 orang dari Pemprov Banten, 40 orang dari Kota Tangerang, dan 40 orang dari Kota Serang.

Usai membuka Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Lingkungan Provinsi Banten Tahun Anggaran 2021, Gubernur WH meninjau pelayanan di Kantor Samsat Pandeglang Jl. Raya Labuan Km. 3, Sukaratu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang dan pelaksanaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2021 di SMKN 1 Pandeglang Jl. Raya Labuan No.Km.5, Palurahan, Kabupaten Pandeglang.

Dalam kesempatan itu, Gubernur WH memastikan pelaksanaan protokol kesehatan dan kelancaran pelayanan publik terhadap masyarakat. (*)