Gerindra Sebut Gubernur Banten Frustasi Soal Penanganan Covid-19

0
14

HASTAGNEWS, SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim, melarang warganya sakit dan berkunjung ke rumah sakit. Alasannya, ruang isolasi pasien Covid-19 dan ICU di Banten sudah hampir penuh. Ditambah, pemeriksaan swab di 30 laboratorium masih antre.

“Upaya masyarakat diminta bangun kesadaran jangan datang ke rumah sakit dan jangan sakit. Karena kemampuan daerah dimana-mana sudah terbatas, bangun rumah sakit nggak keburu, kamar-kamar sudah penuh, sewa hotel udah penuh,” katanya saat ditemui di Rumdin beberapa waktu lalu.

Untuk itu, pihaknya meminta warga sadar akan bahaya Covid-19 dan mengikuti anjuran pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Kalau ini tidak bisa dihentikan, bagaimana ini rumah sakit, bagaimana kita? Tidak bisa ditangani. Menangani 3 ribu orang mana cukup dokter paru-nya. Bisa jadi dokter paru-nya kena,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Gerindra Agus Supriyatna mengatakan, pernyataan seorang kepala daerah yang meminta warga untuk tidak sakit di tengah pandemi Covid-19, merupakan sebuah keputus asaan. Hal itu mengindikasikan, bahwa penanganan corona di Banten masih lemah.

“Pernyataan meminta masyarakat jangan sakit dan jangan ke rumah sakit, di satu sisi bernuansa frustrasi dari Kepala Daerah, tetapi juga sekaligus merupakan tamparan bagi seluruh jajaran Pemerintahan Provinsi mengenai lemahnya penanganan covid-19,” ujarnya melalui rilis kepada TitikNOL, Sabtu (26/12/2020).

Menurutnya, penanganan Covid-19 di Banten tidak berbanding lurus dengan anggaran yang telah direfocusing senilai Rp1,1 triliun lebih. Mengingat, hingga saat ini data penyebaran Covid-19 mengalami tren kenaikan.

“Sangat disayangkan, mengingat dari segi anggaran sudah memadai, belum lagi ditambah dengan partisipasi masyarakat dan dunia usaha. Pada kenyataannya penyebaran Covid-19 masih berlanjut dan jumlah orang yang terinfeksi terus bertambah,” jelasnya.

Perlu diketahui, berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten tanggal 22 Desember 2020, ruang isolasi biasa di rumah sakit sudah mencapai 94 persen dan ICU sudah 99 persen.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here