Di Festival Keraton Surosowan, Wagub Minta Hasil Revitalisasi Banten Lama Dijaga

0
8

HASTAGNEWS SERANG – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy membuka secara resmi pergelaran Festival Keraton Surosowan II di Alun-alun Keraton Kesultanan Banten, Kasemen, Kota Serang, Sabtu (26/10). Dalam sambutannya, wagub selaku koordinator proyek revitalisasi kawasan Banten Lama yang kemudian disebut Keraton Kesultanan Banten, mengaku berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu berjalannya proyek revitalisasi tersebut. Lebih jauh wagub meminta, agar hasil revitalisasi dijaga.

“Terima kasih ini ditujukan kepada semua pihak, termasuk masyarakat sekitar kawasan dan juga masyarakat Banten pada umumnya. Wabilkhusus juga kepada Lembaga Pemangku Adat Kesultanan Banten yang hari ini menyelenggarakan Festival Keraton Surosowan untuk kedua kalinya ini,” kata wagub. Hadir pada acara tersebut Ketua Lembaga Pemangku Adat Kesultanan Banten Tb Abbas Waseh dan para raja serta sultan se-Nusantara yang menjadi undangan.

Wagub memaparkan, Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pariwisata Provinsi Banten melakukan segenap kegiatan dalam mendukung Program Revitalisasi Kawasan Banten Lama. Kegiatan dimaksud  antara lain pembinaan kelompok sadar wisata, sosialisasi sapta pesona, dukungan kegiatan Festival Surosowan, upaya dukungan dari Kementerian Pariwisata RI untuk pengembangan wisata budaya dan wisata religi serta pengusulan badan pengelola Kawasan Banten Lama.

Adanya kawasan wisata religi Kawasan Banten Lama, kata wagub, diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar seperti peningkatan pendapatan, peningkatan kesempatan kerja dan peluang usaha. “Potensi wisata religi dan wisata sejarah di Kawasan Banten Lama sangat potensial, kita harus membenahi daya dukung pariwisata di kawasan Banten Lama khususnya pada aspek atraksi, amenitas dan aksesibilitas melalui penunjang infrastruktur pariwisata secara menyeluruh dengan pengelolaan secara baik oleh stakeholder yang melibatkan masyarakat sekitar,” paparnya.

Desa Wisata

Lebih jauh wagub mengatakan, Pemerintah Provinsi Banten berharap seluruh pemangku kepentingan sektor wisata religi dapat bersamasama mengembangkan konsep desa wisata berbasis masyarakat. Pembangunan wisata berbasis masyarakat merupakan model pembangunan yang memberikan peluang yang sebesar-besarnya kepada masyarakat pedesaan untuk berpartisipasi dalam pembangunan pariwisata. keberadaan desa wisata menjadikan produk wisata lebih bernilai budaya pedesaan sehingga pengembangan desa wisata bernilai budaya tanpa merusaknya.

Pengembangan desa wisata, lanjutnya, harus artikan sebagai usaha-usaha untuk melengkapi dan meningkatkan fasilitas wisata untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. Masyarakat lokal berperan penting dalam pengembangan desa wisata karena sumber daya dan keunikan tradisi dan budaya yang melekat pada komunitas tersebut merupakan unsur penggerak utama kegiatan desa wisata. Di lain pihak, masyarakat setempat yang tumbuh dan hidup berdampingan dengan suatu objek wisata menjadi bagian dari sistem ekologi yang saling kait mengait.

Pada kesempatan tersebut, wagub juga mengatakan, ke depan pengembangan desa wisata religi juga diharapkan dapat terintegrasi dengan kawasan wisata religi Syekh Nawawi Al Bantani di Kecamatan Tanara Kabupaten Serang, wisata religi Syekh Mansur di Cikaduen Kabupaten Pandeglang dan wisata religi Syekh Asnawi di Caringin Kabupaten Pandeglang. (*)