Wagub Ingin Ada Terobosan Ketenagakerjaan di Kabupaten Serang & Tangerang

0
9

HASTAGNEWS PANDEGLANG – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, Pemerintah Provinsi Banten mengajak seluruh stakeholder pembangunan khususnya DPRD Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang untuk bersinergi. Menurutnya, saat ini merupakan waktu yang tepat bagi semua stake holder pebangunan di Provinsi Banten untuk terus bekerja dan berupaya demi  kemajuan daerah. Secara khusus, wagub memandang perlu dilakukannya terobosan-terobosan di bidang ketenegakerjaan untuk mengurangi angka pengangguran.

“Baik dalam sisi kebijakan, program khususnya di bidang ketenagakerjaan untuk bersama-sama mengurangi angka tingkat pengangguran di Provinsi Banten secara berkesinambungan,” kata wagub saat memberikan materi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatiha Orientasi DPRD Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang 2019-2024 di gedung Badan Pengembangan SDM Daerah Provinsi Banten, Rabu (16/10). Diklat yang diselenggarakan BPSDM Banten tersebut diikuti oleh seluruh anggota DPRD di dua kabupaten tersebut sebagai tahapan yang harus mereka ikuti sebagai anggota DPRD baru.

Wagub melanjutkan, perkembangan industri di Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang diharapkan dapat mengurangi masalah ketenagakerjaan di Provinsi Banten. Perkembangan sektor industri di wilayah Provinsi Banten, lanjutnya, membentuk pola migrasi penduduk yang masif dari luar wilayah Banten masuk ke wilayah Provinsi Banten. “Hal ini menyebabkan kondisi tidak seimbangnya kesempatan kerja dengan jumlah pencari kerja sehingga menyebabkan angka tingkat pengangguran meningkat,” imbuhnya.

Lebih jauh wagub mengatakan, arah kebijakan pembangunan Pemerintah Provinsi Banten tahun 2020 diprioritaskan untuk mengurangi angka kemiskinan, pengangguran dan disparitas pembangunan antara wilayah. Untuk mengatasinya, kata dia, diperlukan sinergitas program, kegiatan dan anggaran antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota secara berjenjang dan terintegrasi.

Wagub memaparkan, tingkat penganguran terbuka (TPT) di Provinsi Banten mengalami penurunan hingga 7,58 persen atau sebanyak 465,8 ribu orang. Angka ini menunjukkan penurunan setelah mengalami kenaikan pada 2018 lalu di angka 7,77 persen.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, per Ferbruari 2019, jumlah angkatan kerja sebesar 6,14 juta orang dengan jumlah yang bekerja sebanyak 5,68 juta orang. Jumlah tersebut meningkat 53,92 ribu orang dibandingkan Februari 2018. Sementara itu jumlah penduduk bekerja di Provinsi Banten meningkat dari tahun 2018 sebanyak 5,62 juta orang menjadi 5,68 juta orang pada 2019.

Terkait kemiskinan sendiri, lanjut wagub, Pemerintah Provinsi Banten memiliki komitmen dalam penanganan kemiskinan di Provinsi Banten. Data BPS Provinsi Banten menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin terus mengalami penurunan, dari 9,22 persen pada tahun 2002, menjadi 5,09 persen pada bulan Maret 2019, atau turun 4,13 persen. “Pada tataran kebijakan, Pemerintah Provinsi Banten bersama DPRD Provinsi Banten telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2019 Tentang Penanganan Kemiskinan di Provinsi Banten,” kata Andika.

Wagub melanjutkan, pembangunan manusia di Provinsi Banten secara konsisten terus mengalami kemajuan. Hal ini ditandai dengan meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang pada tahun 2018 mencapai 71,95, atau meningkat 0,53 poin dibandingkan tahun Ialu yang sebesar 71,42. “BPS menyebut, wilayah dengan IPM tertinggi masih diduduki Kota Tangerang Selatan sebesar 81,17,” ujarnya. (*)