Pertahankan Guru Honorer, Gubernur: Guru Honorer Sangat Dibutuhkan

0
8

HASTAGNEWS SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim menegaskan bahwa dirinya akan tetap mempertahankan tenaga guru honorer di Provinsi Banten yang telah terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk tetap bekerja dan menerima gaji. Hal ini dikarenakan adanya kebutuhan tenaga pendidik yang akan mengisi kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah baru di Provinsi Banten. Kebijakan tersebut menyikapi adanya Suret Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten tentang nasib guru honorer dengan pengangkatan diatas tahun 2017 yang menuai kiritik.

“Siapa bilang mau dibatalkan? Orang kita butuh mereka,”tegas Gubernur saat diwawancarai awak media pada Selasa (24/09/2019)

Gubernur juga membantah anggapan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tidak mengakui keberadaan para guru honorer yang telah diberikan kenaikan gaji sejak 2017 lalu.

“Siapa bilang nggak mengakui? Orang sudah digaji sejak 2017 sampai sekarang, (jadi) tetap (diakui),”ujarnya

Saat disinggung mengenai adanya Surat Edaran Dindikbud Banten, Gubernur menegaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari kewenangan seorang Gubernur.

“Siapa yang mau batalin? Enggak ada, itu kan kebijakan Gubernur. Gubernur yang punya kebijakan,”tuturnya

Gubernur menyatakan akan tetap membela kesejahteraan dan nasib para guru honorer dan mempertahankannya karena untuk mengantisipasi adanya kekurangan tenaga pendidik di kemudian hari.

“Tenaga pengajar ini tetap dibutuhkan karena kita kan akan punya sekolah baru. Daripada nyari lagi, yang sudah ada dipertahankan oleh Gubernur,”terangnya

Namun, lanjut Gubernur, untuk dilakukan pengangkatan lagi akan disesuaikan dengan kebutuhan yang ada kedepan. Untuk saat ini, kebutuhan akan dipenuhi dengan tenaga pengajar yang sudah tersedia. Sementara, untuk jumlah sekolah yang ada saat ini berjumlah 7.522 yang terdiri dari 4.756 sekolah negeri dan 2.766 sekolah swasta. Dengan rincian, Sekolah Dasar sebanyak 4.632 meliputi 3.955 SD Negeri dan 677 SD swasta. Tingkat SMP sebanyak 1.497 meliputi 563 SMP Negeri dan 934 SMP swasta. Tingkat SMA berjumlah 563 sekolah meliputi 151 SMA Negeri dan 412 SMA swasta. Tingkat SMK berjumlah 731 sekolah meliputi 80 SMK Negeri dan 651 SMK swasta, dan tingkat SLB berjumlah 99 sekolah meliputi 7 SLB Negeri dan 92 SLB swasta.

“Seperti tenaga medis kan saya angkat 400 orang dan gajinya saya naikkan, begitupun dengan tenaga pendidik. Karena keduanya merupakan pelayanan dasar masyarakat,”tuturnya.