Wagub Banten Ingatkan Dua Dimensi yang Harus Melekat Pada Seorang PNS

0
18

PANDEGLANG – Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai salah satu unsur aparatur dalam birokrasi pemerintahan yang langsung berhubungan dengan masyarakat memiliki dua dimensi pengertian, pertama, sebagai pekerjaan atau profesi, dan kedua PNS sebagai pengabdian. Sebagai pekerjaan atau profesi, maka seorang PNS dituntut memiliki profesionalitas. Sedangkan dalam pengertian sebagai pengabdian, seorang PNS harus mempertajam sensitivitas sebagai pengayom dan pelayanan masyarakat untuk merespon berbagai permasalahan krusial yang dihadapi masyarakat di wilayah Provinsi Banten.

Demikian dikatakan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dalam sambutannya saat menutup kegiatan pelatihan dasar calon PNS Pemprov Banten di gedung Badan Pengembangan SDM Daerah (BPSDMD) Pemprov Banten, Karang Tanjung, Pandeglang, Rabu (21/8). Pelatihan dilakukan terhadap 286 calon PNS Pemprov Banten yang terbagi ke dalam 6 angkatan. Semua peserta pelatihan dinyatakan lulus yang artinya mereka telah sah menjadi PNS Pemprov Banten yang bertugas di bawah sejumlah OPD (organisasi perangkat daerah) Pemprov Banten.

“Melalui Pelatihan Dasar CPNS diharapkan dapat mewujudkan PNS profesional yang merupakan cita-cita reformasi birokrasi dengan penekanan pada reformasi PNS sebagai pelaksana pelayanan publik.,” kata Andika.

Andika melanjutkan, CPNS Pemerintah Provinsi Banten diharapkan dapat memahami proses perubahan dalam sistem pemerintahan daerah dalam upaya mewujudkan konsepsi dynamic governance yang memiliki arti penting tentang perlunya melakukan perubahan untuk mengantisipasi perubahan yang cepat dan kadang tidak terantisipasi. Selain itu, kata Andika, konsepsi dynamic governance berkenaan dengan perubahan rutinitas dan sumber daya atau kemampuan inti 3 organisasi perangkat daerah untuk beradaptasi pada perubahan teknologi dan lingkungan.

“Seiring masuknya industri 4.0 dan industri 5.0 kita perlu mengambil kesempatan dan manfaat sebaik-baiknya,” imbuhnya.

Lebih jauh Andika memaparkan, revolusi industri 4.0 ditandai dengan industrialisasi berbasis internet, internet of things (IoT) atau internet untuk mengkoneksikan segala hal mulai dari perangkat, software, data dan cloud technology. Hampir semua negara termasuk Indonesia, kata dia, juga ikut meramaikan industri 4.0. “Bahkan, negara-negara maju seperti Jepang sudah mengembangkan industri berikutnya yaitu industri 5.0,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPSDMD Pemprov Banten Endrawati usai acara kepada pers mengatakan, penyelenggaraan Latihan Dasar CPNS telah mengalami perubahan dengan sistem pola baru, yang mengacu pada peraturan Kepala LAN Nomor 12 tahun 2018 tentang pelatihan dasar CPNS. Perubahan itu, kata dia, terutama pada kurikulum/materi pembelajarannya yang dirancang untuk dapat meningkatkan kemampuan organisasi birokrasi di sektor publik. “Selain materi pembelajaran, perubahan lain yang membedakan Latsar CPNS pola baru membekali peserta dengan pengetahuan tentang sistem pengelolaan pemerintah yang terintegrasi dalam penyelenggaraan pemberian pelayanan melalui konsep whole of government (WOG) dan best practice,” paparnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here