Wagub Banten Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-74 di Alun-alun KP3B

0
8

HASTAGNEWS SERANG – Rangkaian peringatan HUT RI ke-74 tingkat Provinsi Banten ditutup dengan upacara penurunan bendera merah putih di lapangan Mesjid raya Al Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang, Sabtu (17/8) petang. Bertindak sebagai pemimpin upacara Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy yang menerima bendera merah putih dari Athirah Fauzi (MAN Insan Cendikia Tangsel), anggota Paskibra Provinsi Banten yang bertugas pembawa baki bendera merah putih dalam upacara tersebut.

Bertindak sebagai Komandan Upacara Komandan Upacara MayorI Infanteri Faizal Amin dari Korem 064 Maulana Yusuf. Seperti juga saat upacara peringatan detik-detik proklamasi HUT RI ke-74 tingkat Provinsi Banten pagi harinya yang dipimpin Gubernur Banten Wahidin Halim, upacara penurunan bendera tersebut diikuti peserta dari anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Aparatur Sipil Negara (ASN), Badan SAR Nasional (Basarnas), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub), Organisasi Kemasyarakatan (ormas), organisasi pemuda, dan pelajar.

Selain itu upacara juga dihadiri oleh anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi Banten, Sekretaris Daerah Pemprov Banten Al Muktabar, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD Provinsi) Banten, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan masyarakat umum.

Masih terkait dengan peringatan HUT RI ke 74 tingkat Provinsi Banten, usai mengikuti upacara peringatan detik-detik proklamasi pagi harinya, Andika menyempatkan diri menerima sesi wawancara khusus dari salah satu stasiun televisi nasional di ruang kerjanya. Dalam wawancara tersebut,

Andika mengungkapkan, program prioritas Pemprov Banten pada tahun 2019 adalah pada sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur serta pengembangan wisata religi di Provinsi Banten. Pada sektor pendidikan, kata Andika, Pemerintah Provinsi Banten telah melakukan upaya optimal melalui penggratisan biaya pendidikan menengah dan khusus melalui Bos dan Bosda senilai 554,31 miliar rupiah.

Selain itu, lanjut dia, Pemprov Banten juga melakukan pembangunan unit sekolah baru dan ruang kelas baru, pembangunan jalan sepanjang 76,22 km, pembangunan rumah tidak layak huni sebanyak 1.398 unit, bantuan sosial kepada individu dan/atau keluarga sebanyak 40.876 rumah tangga sasaran (RTS), serta penggratisan biaya kesehatan untuk masyarakat miskin.

“Di bidang kesehatan, program prioritas saat ini antara lain adalah jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat banten, dan rekrutmen tenaga kesehatan penugasan khususseperti dokter, dokter gigi, serta tenaga kesehatan lainnya untuk memenuhi tenaga kesehatan di Puskesmas,” papar Andika yang saat wawancara masih mengenakan pakaian dinas kepala daerah berwarna putih itu.

Provinsi Banten, lanjut dia, juga tengah melakukan pembangunan RSUD di wilayah Banten Selatan (Cibaliung dan Cilograng) dalam rangka mendekatkan akses terhadap pelayanan kesehatan serta rumah sakit jiwa dan rehabilitasi ketergantungan obat yang masih dalam tahap pembangunan.

Pada sektor pengembangan wisata religi, kata Andika, Pemerintah Provinsi akan fokus pengembangan revitalisasi Kawasan Banten Lama tahap II dan pengembangan wisata religi Syekh Nawawi Al Bantani di Tanara Kabupaten Serang dan wisata religi Cikaduen di Kabupaten Pandeglang. “Program Prioritas Pemprov Banten lainnya pembentukan BUMD Agrobisnis untuk meningkatkan meningkatkan daya saing sektor pertanian di Provinsi Banten,” imbuhnya.

Saat ditanya mengenai upaya meningkatkan indeks pembangunan manusia, Andika mengatakan, IPM Banten mengalami percepatan pertumbuhan hingga mencapai 71,95 pada tahun 2018. Menurutnya, untuk meningkatkan IPM diperlukan penguatan sistem pendidikan, sistem layanan kesehatan dan daya beli masyarakat. Diperlukan kegiatan kolaboratif dan implementasi strategi antara OPD Pemerintah Provinsi Banten dan Perangkat Daerah Kabupaten/ Kota. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here